Senin, 11 Oktober 2010

DEMOKRASI ITU BUSUK,.............!!!!!!

Demokrasi di abad milenium ini telah menjadi mesin 'pembunuh' terhadap golongan yang tidak disukai. Dengan mesin propaganda media, dan seorang agitator yang ‘idiot’ sekalipun, asalkan mendapatkan ‘covered’ media akan menjadi seorang pahlawan. Berikutnya dia akan menjadi pemimpin politik, yang dapat bertindak sesuai dengan nalurinya. Inilah saat sekarang yang terjadi di di negara Barat, khususnya di Uni Eropa.

Tengoklah peristiwa yang terjadi di Belanda. Bagaimana Belanda sekarang berubah menjadi ‘big bang’ bagi seluruh daratan Uni Eropa. Semuanya bermula dari mulut seorang tokoh sayap kanan, Weelders, yang memimpin Partai Kebebasan (PVV), yang dengan lantang meneriakkan pengusiran kaum imigran dan muslim dari negeri itu. Weelders yang mula-mula sebagai tokoh phobia Islam, dan penghina Islam, terus beranjak, dan sekarang masuk dalam pemerintah Belanda, dan mempunyai posisi kunci, karena berhasil memenangkan sejumlah kursi, yang cukup signifikan. Sehingga, memiliki posisi tawar yang sangat kuat di dalam ‘mainstreams’ politik negeri Kincir ini.

Tetapi, gaung dan teriakan Weelders, yang sangat ekstrim, dan selalu meneriakan pandangan yang sangat benci terhadap imigran dan Islam, ternyata mendapatkan sambutan gegap gempita, di hampir seluruh daratan Uni Eropa. Indikasinya semakin nampak kasat mata. Perubahan-perubahan politik terus bergulir di seantero Eropa, dan dengan masuknya kelompok sayap kanan di hampir semua pemerintahan baru di Uni Eropa.

Partai-partai berkuasa di seantero Eropa yang dominan, seperti di Perancis, Jerman, Inggris, Swedia, Belanda, Austria, dan Spanyol, harus berkolaborasi dengan partai-partai baru yang berhaluan sayap kanan. Partai-partai yang berkuasa tak dapat membentuk pemerintah baru, tanpa harus mengikut sertakan partai baru yang berhaluan kanan. Sepanjang sejarah politik di Eropa, baru sekarang ini kaum sayap kanan,yang memiliki pandangan yang naif terhadap imigran dan Islam menjadi sebuah ‘mainstream’ baru.

Peristiwa WTC yang terjadi di New York, yaitu 11 September 2001, seperti dentang ‘lonceng’ di Gereja, yang menyeruak ke seluruh penjuru dunia, terutama di Barat, yang memberikan ‘warning’ tentang bahaya teroris dan fundamentalis Islam, yang akan menghancurkan Barat. Inilah yang sekarang terus berlangsung, yang disebut dengan perang global melawan terorisme.

Sekalipun sang pencetus telah turun dari tahtanya di Gedung Putih, yaitu George Walker Bush, dan digantikan Barack Obama, tetapi persepsi dan perasaan dikalangan masyarakat Barat telah tertanam adanya ancaman dari Islam dan umat Islam. Sekalipun, berulang kali para pemimpin Barat, selalu menegaskan perang melawan terorisme itu bukan perang melawan Islam dan umat Islam.

Tetapi, semua fakta telah membantah, dan semuanya menunjukkan, bagaimana Barat, termasuk Uni Eropa sekarang dibenak rakyat dan para politisinya telah tertanam dalam-dalam tentang ancaman dari funamentalis Islam. Belum lama ini, intelijen Inggris memberikan peringatan yang sangat signifikan tentang kemungkinan akan terjadi serangan teroris terhadap kota-kota penting di Eropa.

Semua bumbu-bumbu yang disuguhkan para pejabat intelijen Barat itu, semakin menambahkan kalangan politisi di negaranya meneriakan dengan teriakkan yang lebih lantang mengusir kaum imigran muslim yang sekarang telah berada di negeri-negeri Uni Eropa.

Mereka melupakan sejarah perkembangan negara-negara Eropa, yang sekarang menjadi modern dan makmur, dan dengan kehidupan yang sangat mentakjubkan, tak lain dari dari hasil merampok dan menjajah negeri-negeri muslim. Mereka tidak akan dapat sekaya seperti sekarang ini, tanpa mereka merampok dan menjajah negeri-negeri muslim. Mereka tidak mungkin mencapai peradaban industri seperti sekarang ini, tanpa mereka mengeksploitasi kekayaan yang dimiliki negeri-negeri muslim. Sampai hari ini. Para imigran itu mereka ikut andil dalam membangun Eropa.

Belanda menjajah Indonesia selama 350 tahun. Mereka telah menguras dan mengeksploitasi seluruh kekayaan yang dimiliki bangsa Indonesia. Perancis, Inggris, Jerman Itali, dan Spanyol, mereka telah pula negara-negara Arab dan Afrika Utara, yang sampai hari ini masih bercokol. Berapa banyak kekayaan yang telah mereka rampas?
Weelders politisi sayap kanan Belanda, yang mempunyai cita-cita ingin mengusir imigran muslim dari negaranya, menunjukkan sikap yang sangat paradoks.

Weelders yang masih keturunan Yahudi, mempunyai pandangan yang tak berbeda dengan Perdana Israel Benyamin Netanyahu dan Menlu Israel Avigdor Lieberman, yang juga mempunyai sikap sangat rasis dan rasialis, dan akan mengusir seluruh orang Arab yang ada di Israel, termasuk di wilayah yang diduduki Israel seperti Jerusalem Timur dan Tepi Barat.

Jadi demokrasi yang didengung-dengungkan Barat itu, tak akan memberikan kesempatan secara ‘equal’ kepada penduduknya, khususnya terhadap umat Islam. Bahkan, sikap itu terjadi di negeri-negeri muslim, di mana para penguasanya yang merupakan kaki tangan penjajah itu, mereka tidak memberikan kesempatan secara ‘equal’ terhadap kelompok-kelompok umat Islam untuk eksis secara politik.

Ini terbukti seperti yang terjadi di Aljazair, di mana saat FIS memenangkan pemilu, kemudian dibubarkan dan para pemimpinnya dipenjarakan. Di Palestina, Hamas tidak diberikan kesempatna untuk eksis, justru yang mendapatkan dukungan adalah kelompok Fatah yang dipimpin Mahmud Abbas, yang tak lain adalah boneka Barat. Begitulah demokrasi. Wallahu’alam.

Minggu, 10 Oktober 2010

BANI ISRAEL MUSUH SEPANJANG SEJARAH

Kisah Bani Israel adalah kisah yang paling banyak dicantumkan di dalam Al-Qur’an. Tidak ada golongan-golongan lain, yang banyak di sebut di dalam Al-Qur’an, kecuali Bani Israel. Mengapa demikian? Agar seluruh umat manusia, khususnya orang-orang mukmin dan muslim, kiranya dapat mengambil ibrah (pelajaran), yang berharga bagi kehidupan mereka.

Bani Israel adalah umat pertama yang menghadapi dakwah Islamiyah dengan permusuhan, tipu muslihat, dan peperangan di Madinah dan seluruh jazirah Arab. Sekarang, bukan hanya di semenanjung Arab, tetapi di seluruh pelosok bumi, di mana ada orang Bani Israel dan Mukmin, pasti akan terjadi peperangan. Mereka ini memerangi orang-orang Mukmin sejak hari pertama. Mereka membuat permusuhan yang sangat keras terhadap orang-orang Mukmin. Sampai hari ini. Inilah sebuah realitas. Perang antara para pengikut dan penyembah Allah Azza Wa Jalla melawan kaum Bani Israel dengan seluruh keturunannya.

Mereka yang menumbuh-suburkan kemunafikan dan orang-orang munafik. Jiwa-jiwa nifaq yang berkembang biak dikalangan umat ini merupakan buah karya yang paling agung dari kalangan Bani Israel. Kelompok yang paling berbahaya dan destruktif dalam kehidupan ini, tak lain adalah orang-orang munafif. Pertama kali tumbuh dan lahir golongan munafik adalah di Madinah.

Mereka membantu orang-orang munafik dengan berbagai sarana tipu daya terhadap aqidah kaum Mukminin secara bersama-sama. Mereka tak pernah henti melakukan tipu daya dan permusuhan terhadap orang-orang Mukmin. Sehingga, sering terjadinya kehancuran perpecahan dikalangan orang-orang Mukmin, tak lain berasal dari kaum munafik.

Bani Israel membantu orang-orang munafik dan memprovokasi orang-orang musyrik, memberikan janji-janji kepada mereka, dan berkonspirasi dengan mereka untuk memusuhi orang-orang mukmin. Ini terjadi sepanjang sejarah kehidupan. Tidak akan pernah berhentik persekongkolan jahat mereka, ketika mereka menghadapi kaum mukmininan. Inilah karakter dasar Bani Israel.

Mereka yang menggerakan perang, rumor, fitnah, intrik, tipu muslihat, di tengah barisan kaum Mukminin. Mereka yang mencekoki orang-orang Mukmin dengan kehidupan materialisme yang menggantikan aqidah dan iman kaum Mukminin. Kemudian, tak jarang dan sedikit pula kaum Mukminin, yang sudah menanggalkan aqidah adan iman mereka, lalu bersedia menjadi budak dan kaki tangan Bani Israel untuk menghancurkan Islam dan barisan Islam. Mereka juga menyebarkan subhat, keragu-raguan, penyimpangan-penyimpangan seputar aqidah dan para pemimpin. Semua mereka lakukan dengan sembunyi-sembunyi, sebelum mereka melakukan perang terbuka dan terang-terangan.

Orang-orang munafik yang sudah menjadi bagian dan alat Bani Israel, sangat pandai mereka menyembunyikan identas dan karakter mereka, dan mereka menelusup ke barisan kaum Mukminin, dan mengadu domba, dan membius kaum Mukminin dengan iming-iming harta, jabatan, kekuasaan, dan bahkan wanita. Banyak diantara kaum Mukminin, yang tergoda, kemudian mengikuti kehendak dan ajakan Bani Israel, dan mengekor kepada mereka.

Kaum Mukminin harus tahu sejarah mereka, dan siapa yang menjadi musuhnya? Bagaimana karakter mereka?Dan apa hakikat perang yang mereka masuki melawan Bani Israel. “Sesungguhnya Allah tahu bahwa Bani Israel akan menjadi musuh-musuh petunjuk Allah di sepanjang kehidupan.

Golongan Bani Israel inilah yang paling keras menolak petunjuk Allah Rabbul Alamin. Golongan Bani Israel ini yang paling istiqomah menolak beriman dan tunduk kepada Allah. Dengan ajaran Islam yang dibawah Rasul Shallahu alaihi wa sallam, yang akan mengetuk karat-karat hati mereka, dan karena itu mereka menolaknya dengan keras. Tidak mungkin mengharapkan kaum Bani Israel akan dapat beriman dan mau menerima kebenaran Islam. Karena mereka sejak awal dakwah ini telah melakukan permusuhan yang sangat keras.

Kaum Bani Israel ini yang satu sama lainnya bekerjasama dalam hal kebathilan. Mereka tidak mau saling ingat-mengingatkan. Membiarkan rahib-rahib mereka memakan harta dengan cara yang bathil. Para rahib mereka mengharamkan yang dihalalkan oleh Allah, dan sebaliknya mereka menghalalkan yang diharamkan oleh Allah. Inilah mula pertama kehancuran. Mereka menuhankan rahib-rahib mereka, sekalipun para rahib mereka telah berbuat kebathilan dan kesesatan.

Orang-orang Yahudi-Bani Israel menjadikan “Uzayr itu putra Allah’, dan demikian pula kaum musyrik Nasrani mengatakan, “Al-Masih itu putra Allah’. Selanjutnya, seperti dikatakan dalam Al-Qur’an yang sangat jelas-jelas penyimpangan golongan Yahudi :

اتَّخَذُواْ أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِّن دُونِ اللّهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا أُمِرُواْ إِلاَّ لِيَعْبُدُواْ إِلَهًا وَاحِدًا لاَّ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ ﴿٣١﴾

“Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah, dan (juga mereka mempertuhankan) Al-Masih putra Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Suci Allah dari apa yang mereka yang persekutukan”. (QS : at-Taubah : 31)

Demikianlah, gambaran orang-orang Bani Israel dan Yahudi, yang telah menyebabkan kekacauan di muka sampai hari ini. Wallahu’alam.